Dewasa ini banyak orang yang memilih jalan untuk berbisnis. Seperti saya Siswi SMK Kelas XII, sudah mencoba-coba bisnis toples,wadah minum ber-merk loh. Buat apa ? Pastinya nambah-nambah uang jajan donk. Mudah kok gaes. Pokoknya tinggal kamu hitung berapa bajet atau modal yang kamu keluarkan buat beli barangnya. Lalu jual aja dengan harga yang lebih tinggi, tapi dengan satu syarat harga dinaikan secara wajar donk. Step pertama kenalkan produkmu ke orang-orang terdekatmu, seperti teman sekolah misalnya.
Dengan berbisnis, otakmu akan lebih sering bekerja dan diasah. Serendah-rendahnya wiraswasta, dia akan tetap menjadi bos. Tatpi setinggi-tingginya seorang pegawai, dia cuma pegawai biasa. Iya ga sih. Pokoknya sebagai anak muda, ga ada salahnya kalau kita mencoba bisnis-bisnis seperti ini.
Semoga blog ini dapat menjadi referensi teman-teman yaa. See you ~
Sejarah Ilmu Farmasi
Jumat, 12 September 2014
Jumat, 05 September 2014
Sejarah Ilmu Farmasi
Sejarah Ilmu Farmasi
Farmasi berasal dari kata
“PHARMACON” yang berarti obat atau racun. Sedangkan pengertian farmasi adalah
suatu profesi di bidang kesehatan yang meliputi kegiatan-kegiatan di bidang
penemuan, pengembangan, produksi, pengolahan, peracikan, informasi obat dan
distribusi obat.
Ilmu farmasi awalnya berkembang dari
para tabib dan pengobatan tradisional yang berkembang di Yunani, Timur-Tengah,
Asia kecil, Cina, dan Wilayah Asia lainnya. Mulanya "ilmu pengobatan"
dimiliki oleh orang tertentu secara turun-temurun dari keluarganya. Bila kamu
sering nonton film Cina, pasti banyak kalian lihat para tabib yang mendapatkan
ilmunya dari keluarga secara turun-temurun. Itu gambaran "ilmu
farmasi" kuno di Cina. Kalau di Yunani, yang biasanya dianggap sebagai
tabib adalah pendeta. Dalam legenda kuno Yunani, Asclepius, Dewa Pengobatan
menugaskan Hygieia untuk meracik campuran obat yang ia buat. Oleh mmasyarakatt
Yunani Hygiea disebut sebagai apoteker (Inggris : apothecary). Sedangkan di
Mesir, paktek farmasi dibagi dalam dua pekerjaan, yaitu : Yang mengunjungi
orang sakit dan yang bekerja di kuil menyiapkan racikan obat.
Buku tentang bahan obat2an pertama
kali ditulis di Cina sekitar 2735 SM, kemudian sekitar tahun 400 SM berdirilah
sekolah kedokteran di Yunani. Salah seorang muridnya adalah Hipocrates yang
menempatkan profesi tabib pada tataran etik yang tinggi. Ilmu farmasi secara
perlahan berkembang. Di dunia Arab pada abad VIII, ilmu farmasi yang
dikembangkan oleh para ilmuawan Arab menyebar luas sampai ke Eropa. Pada masa
ini sudah mulai dibedakan peran antara seorang herbalist dengan kedokteran
terjadi pada tahun 1240 ketika Kaisar Frederick II dari Roma melakukan
pemisahan tersebut. Maklumat yang dikeluarkan tentang pemisahan tersebut
menyebutkan bahwa masing2 ahli ilmu mempunyai keinsyafan, standar etik,
pengetahuan, dan keterampilan sendiri-sendiri yang berbeda dengan ilmu lainnya.
Dengan keluarnya maklumat kaisar ini, maka mulailah sejarah baru perkembangan
ilmu farmasi sebagai ilmu yang berdiri sendiri. Berdasarkan hal tersebut maka
lambang Ilmu Farmasi dan Kedokteran Berbeda. Ilmu Farmasi memakai lambang cawan
dililit ular sedangkan kedokteran tongkat dililit ular.
Perkembangan ilmu farmasi kemudian
menyebar hampir ke seluruh dunia. Mulai Inggris, Amerika Serikat, dan Eropa
Barat. Sekolah Tinggi Farmasi yang pertama didirikan di Philadelphia, Amerika
Serikat pada tahun 1821 (sekarang sekolah tersebut bernama Philadelphia College
of Pharmacy and Science). Setelah itu, mulailah era baru ilmu farmasi dengan
bermunculannya sekolah-sekolah tinggi dan fakultas2 di universitas.
Peran organisasi keprofesian atau
keilmuwan juga ditentukan perkembangan ilmu farmasi. Sekarang ini banyak sekali
organisasi ahli farmasi baik lingkup nasional maupun internasional. Di Inggris,
organisasi profesi pertama kali didirikan pada tahun 1841 dengan nama "The
Pharmaceutical Society of Great Britain". Sedangkan, di Amerika Serikat
menyusul 11 tahun kemudian dengan nama "American Pharmaceutical
Association". Organisasi internasionalnya akhirnya didirikan pada tahun
1910 dengan nama "Federation International Pharmaceutical".
Sejarah industri farmasi modern
dimulai 1897 ketika Felix Hoffman menemukan cara menambahkan dua atom ekstra
karbon dan lima atom ekstra karbon dan lima atom ekstra hidrogen ke adlam sari
pati kulit kayu willow. Hasil penemuannya ini dikenal dengan nama Aspirin, yang
akhirnya menyebabkan lahirnya perusahaan industri farmasi modern di dunia,
yaitu Bayer. Selanjutnya, perkembangan (R & D) pasca Perang Dunia I.
Kemudian, pada Perang Dunia II para pakar berusaha menemukan obat-obatan secara
massal, seperti obat TBC, hormaon steroid, dan kontrasepsi serta antipsikotika.
Sejak saat itulah, dunia
farmasi terus berkembang dengan didukung oleh berbagai penemuan di bidang
lain, misalnya penggunaan bioteknologi. Sekolah-sekolah farmasi saat ini hampir
dijumpai di seluruh dunia. Kiblat perkembangan ilmu, kalau bolehh kita sebut,
memang Amerika Serikat dan Jerman (karena di sanalah industri obat pertama
berdiri).
Bagaimana dengan perkembangan
farmasi di Indonesia? Perkembangan farmasi boleh dibilang dimulai ketika
berdirinya pabrik kina di Bandung pada tahun 1896. Kemudian, terus berjalan
sampai sekitar tahun 1950 di mana pemerintah mengimpor produk farmasi jadi ke
Indoneisa. Perusahaan-perusahaan lokal pun bermunculan, tercatat ada Kimia
Farma, Indofarma, Biofarma, dan lainnya. Di dunia pendidikan sendiri, sekolah
tinggi atau fakultas farmasi juga dibuka di berbagai kota.
Langganan:
Postingan (Atom)
